er
Showing posts with label Tokoh Internet. Show all posts
Showing posts with label Tokoh Internet. Show all posts

Biografi Penemu GOOGLE

Wednesday, October 2, 2013

Larry Page

Larry Page adalah salah seorang pendiri Google dan saat ini Presiden Produk-produk Google Inc. Lawrence E. Page lahir tahun 1973 di Lansing, Michigan dari orangtua Carl Vincent Page, adalah seorang profesor ilmu komputer di Universitas Michigan dan Gloria Page, yang merupakan guru pemrograman komputer di Universitas Michigan. Setelah lulus dari East Lansing High School ia belajar dan mendapatkan gelar Bachelor of Science di bidang rekayasa komputer dari University of Michigan dan melanjutkan studi program Master di Universitas Stanford.

Sementara belajar di Universitas Stanford, Page diperkenalkan kepada Sergey Brin. Kedua tidak memulai sebagai teman, sepertinya tidak setuju pada kebanyakan topik pembicaraan, tetapi akhirnya menemukan sebuah subjek yang telah menjadi sangat menarik bagi mereka berdua. Topik yang Mengambil informasi dari kumpulan data besar. Pasangan ini kemudian menulis apa yang secara luas dianggap sebagai kontribusi mereka, kertas kerja yang disebut "The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine". sejak itu menjadimakalah mereka menjadi satu dari sepuluh makalah ilmiah paling banyak diakses di Stanford University.

setelah mereka mulai bekerja pada sebuah proyek yang kemudian menjadi mesin pencari Google. Setelah mencoba menjual gagasan namun gagal, mereka menulis rencana bisnis dan membawa total investasi awal hampir $ 1 juta untuk memulai perusahaan mereka sendiri. September 1998 Google Inc dibuka di Menlo Park, California. Perusahaan tumbuh begitu cepat dan mendapatkan begitu banyak karyawan beberapa kantor di Relokasi karena kurangnya ruang, akhirnya Google Inc menetap di tempat yang sekarang di sebut Mountain View, California. Selama beberapa tahun berikutnya google yang dipimpin oleh Larry dan Sergey Google membuat banyak inovasi dan ditambahkan ke daftar produk dan karyawan (hampir 5.000 tahun 2006). Oktober 2004 Google mengumumkan hasil kuartal pertama mereka sebagai sebuah perusahaan yang ditawarkan publik, dengan mencatat penerimaan sebesar $ 805.9 juta. Pada tahun 2005 Page telah diperkirakan memiliki kekayaan senilai US $ 12 miliar dan menjadi orang urutan ke enambelas dalam daftar majalah Forbes dan membuatnyamenjadi orang ke-27 orang terkaya di dunia.

Pada tahun 2002, Larry bernama Forum Ekonomi Dunia Global Leader for Tomorrow. Ia adalah anggota National Advisory Committee (NAC) untuk Universitas Michigan College of Engineering, dan bersama-sama dengan Co-Founder Sergey Brin, Larry mendapat penghargaan Marconi Prize pada tahun 2004. Dia adalah wali direksi dari X PRIZE, dan terpilih menjadi anggota National Academy of Engineering pada tahun 2004.


Sergey Brin
Semua orang tahu Larry Page, namun jarang ada orang yang tahu tentang pendiri Google lainnya, yaitu Sergey Brin. Sergey Brin mempunyai darah Moskow yang kental. Dia lahir pada 21 Agustus 1973. Selain terkenal di dunia maya, Ia juga merupakan ilmuwan yang disegani. Sergey Brin menerima gelar sarjana di bidang matematika dan ilmu komputer dari University of Maryland di College Park. Dia lulus dari program Ph.D bidang ilmu komputer di Stanford University. Sergey juga merupakan penerima gelar dari National Science Foundation Graduate Fellowship serta gelar kehormatan MBA dari Instuto de Empressa.

Di Universitas Stanford, Dia bertemu dengan Larry Page dan bekerja pada suatu proyek yang selanjutnya merupakan cikal bakal Google. Bersama dengan Larry Page ini, Sergey Brin akhirnya menuai kesuksesan dengan mendirikan perusahaan search engine legendaris, Google. Pada tahun 2012, total kekayaannya sangat melimpah dan diperkirakan telah mencapai 18.7 juta dolar. Ini menjadikan Sergey Brin salah satu orang terkaya di dunia.

Sergey muda meninggalkan tanah kelahirannya Rusia ke Amerika pada umur 6 tahun. Dia mengenyam pendidikan di University of Maryland. Dia mencoba mengikuti jejak Ayah dan Kakeknya yang terlebih dahulu mendalami matematika dan ilmu komputer. Setelah lulus, dia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Stanford University untuk meraih gelar Ph.D dalam bidang ilmu komputer. Kemudia dia berteman akrab dengan Larry Page. Mereka melengkapi kamar kecil di asrama dengan komputer murah dan mencoba meneliti tentang sistem penggalian data untuk membangun sebuah mesin pencari yang canggih. Program yang berhasil mereka ciptakan kemudian menjadi sangat populer di Universitas Stanford dan mereka mengakhiri masa belajar mereka dengan membangun Google di garasi kecil sewaan.

Sergey juga menjadi pembicara pada pertemuan akademik internasional, forum bisnis dan teknologi, termasuk World Economic Forum and the Technology, Entertainment and Design Conference. Dia membagikan pandangannya pada industri teknologi dan masa depan mesin pencari pada Charlie Rose Show, CNBC, dan CNN. Pada tahun 2004, dia dan juga Larry page dianugerahi “Person of the Week” oleh ABC World News Tonight.

Majalah The Economist menyebut Brin sebagai “Enlightenment Man”, seseorang yang percaya bahwa pengetahuan adalah segalanya. Filosofi inilah yang kemudian di ringkas menjadi prinsip Google “universally accessible and useful” serta “don’t be evil”.

Penelitian-penelitian yang dilakukan oleh Sergey sangat berhubungan dengan mesin pencari, ekstraksi informasi yang tidak berstruktur, dan penggalian data dari kumpulan teks dan data-data ilmiah. Dia kemudian mempublikasikan banyak penelitian akademik, termasuk Extracting Pattern and Relations from the World Wide Web (Ekstrasi Pola dan Hubungan dari World Wide Web, -Red); Dynamic Data Mining: A New Artchitecture for Data With High Dimensionality, yang kemudian dipublikasikan bersama dengan Larry Page; Scalable Technique for Mining casual structures; Dynamic Itemset Counting and Implication Rules for Market Basket Data; dan Beyond market Baskets; Generalizing Association Rules to Correlation.

Banyak prestasi yang telah ditorehkan oleh Sergey Brin. Diantaranya, pada tahun 2002, Ia bersama Larry Page dianugerahi sebagai top 100 innovator di dunia di bawah umur 35 tahun oleh MIT Technology Review TR1100. Pada tahun 2003, Sergey Brin dan Larry Page mendapatkan gelar kehormatan MBA dari IE Business School. Selanjutnya pada tahun 2004, Ia menerima penghargaan dari Marconi Foundation dan Academy of Achievement’s Golden Plate Award dengan Larry Page di Chicago, Illinois.

Yang terbaru, pada tahun 2009, Forbes Magazine menyebutkan bahwa Sergey Brin dan Larry Page menjadi salah satu dari lima orang yang mempunyai kekuasaan penting di dunia. Kemudian pada tahun 2012, Forbes mencantumkan namanya sebagai orang terkaya ke-24 di di dunia dengan total kekayaaan sebesar 18.7 juta dolar pada Maret 2012.

Selengkapnya - Biografi Penemu GOOGLE

Biografi Penemu Modem PC Dennis C Hayes


Dennis Hayes lahir pada tahun 1950 adalah dia pendiri dari perusahaan Microcomputer Hayes, yang lebih dikenal sebagai perusahaan pembuat modem kemudian telah digunakan di sebagian besar modem yang diproduksi hingga hari ini. Dia meninggalkan Georgia Institute of Technology di pertengahan 1970-an untuk bekerja di sebuah perusahaan komunikasi, National Data Corporation di Atlanta, sebuah perusahaan yang menangani transfer uang elektronik dan otorisasi kartu kredit. Pekerjaan Hayes 'adalah untuk mengatur koneksi modem untuk pelanggan NDC itu. Dia bertemu Dale Heatherington di Perusahaan Data Corporation Nasional.

Bersama-sama mereka mengembangkan dan memasarkan modem berkualitas tinggi untuk PC pertama IBM, dan membangun perusahaan bernama Hayes Communication. Sementara Heatherington meninggalkan perusahaan untuk pensiun dini, Hayes menjalankan perusahaan sampai bangkrut pada tahun 1998. Dennis C. Hayes menemukan modem untuk komputer personal (PC) pada tahun 1977, yang hasilnya mampu mendirikan teknologi paling penting yang membuat dunia sekarang ini bisa menjadi selalu online, serta membangkitkan industri internet menjadi tumbuh berkembang. Ia pertama kali menjual produk modem bernama Hayes kepada par penggemar komputer di bulan April 1977, dan kemudian mendirikan perusahaan D.C. Hayes Associates, Inc., yang belakangan terkenal dengan nama Hayes Corp., pada Januari 1978. Kualitas dan inovasi dari produk Hayes dihasilkan dalam peningkatan kinerja dan pengurangan biaya sehingga mampu memimpin industri dalam Transisi dari modem leased line ke intelligent dial-up modem untuk PC.

Pada saat ia memulai perusahaannya, Hayes telah berpengalaman lebih dari 10 tahun bekerja dengan sistem komputer mulai dari yang besar hingga yang kecil, telekomunikasi, pengembangan produk manufacturing dan elektronika. Selama mengikuti kuliah di Institut Teknologi Georgia, Hayes berpartisipasi dalam program co-operation yang bekerja untuk AT&T Long Lines. Kemudian ia bergabung dengan Financial Data Services dimana ia bekerja pada sistem dengan mikroprosesor 4-bit pertama. Setelah menyelesaikan studinya di Institut Teknologi Georgia, Hayes kemudian bekerja untuk National Data

Corporation, dimana ia mengembangkan sistem berbasis mikrokomputer agar bisa terhubung ke jaringan. Hayes selanjutnya mengikuti kuliah di School of Management and Strategic Studies di Western Behavior Science Institute.





Perusahaan D.C. Hayes Associates bermula didirikan di rumah Hayes, dimana ia memulainya dengan investasi sebesar $5.000; dan kemudian melejit menjadi perusahaan yang memimpin didunia industri TI. Produk pertamanya adalah modem board untuk bus s-100 dan kemudian untuk komputer Apple II. Memecahkan masalah antar-muka (interface) sehingga memungkinkan komputer-komputer menggunakan sebuah port serial standar untuk mengendalikan fungsi-fungsi modem melalui perangkat lunak, ia menemukan command set untuk Hayes Standard AT yang pertama kali diperkenalkan untuk modem PC di bulan Juni 1981.


Selanjutnya produk Hayes, SmartModem dengan cepat menjadi standar yang dengan kompatibilitas modem telah diukur dengan seksama, sehingga perusahaan kemudian mulai berkembang dengan cepat. Selama lebih dari 20 tahun menjabat sebagai Chairman di Hayes Corp., ia memimpin perusahaannya sebagai seorang visioner yang melihat kesempatan emas untuk mengembangkan alat komunikasi PC dan virtual workplace. Setelah dengan sukses mengarahkan perusahaan melakukan sebuah merger, yang akhirnya menghasilkan sebuah perusahaan baru yang memiliki kebijakan menjadi perusahaan publik dari Hayes Corporation menjadi Dennis C., Hayes kemudian memutuskan untuk pension sebagai Chairman pada akhir tahun 1998, untuk kemudian melanjutkan ketertarikannya pada industri yang lain, diantaranya pad Association of Online Professionals.

Di Spartanburg, South Carolina, Hayes juga aktif dalam komunitas sosial asisoasi industri lain. Ia pernah menjabat sebagai pendiri dan salah-satu ketua Public Policy Committee of CompTIA, The Computing Technology Industry Association, Founding Chairman dari Georgia High Tech Alliance, dan mendirikan Board Member of the Georgia Center for Advanced Telecommunication Technology. Hayes adalah salah satu dari 4 orang yang termasuk dalam Georgia’s Technology Hall of Fame. Ia sekarang masih menjabat sebagai Chairman di Association of Online Professionals, yang merger dengan US Internet Industry Association.

Selengkapnya - Biografi Penemu Modem PC Dennis C Hayes

Biografi Pendiri Wordpress Matt Mullenweg

Saturday, September 28, 2013

Matthew Charles Mullenweg dikenal dengan Matt Mullenweg (lahir di Houston, Texas, Amerika Serikat, 11 Januari 1984; umur 29 tahun) adalah pendiri sekaligus pengembang perangkat lunak Wordpress. Matt menempuh pendidikan SMA di bidang Seni Visual dan Pertunjukan. Ia pun mahir memainkan musik saksofon. Meskipun studinya bukan dibidang teknologi komputer dan programming, Matt berhasil mendirikan serta mengembangkan software yang kini sangat terkenal yakni WordPress.com, Akismet, dan bisnis Automattic-nya.

Lahir 11 Januari 1984 (umur 29)
Houston, Texas
Pekerjaan Pengusaha Muda, Automattic
Dikenal karena WordPress dan perangkat lunak lain
Situs web
http://ma.tt 




Sejarah WordPress bermula saat Matt berusia 18 tahun (tahun 2002). Ketika itu, Matt baru mulai menggunakan fasilitas blog b2cafelog. Ia menggunakan blog b2 (bbpress.org) untuk mempublikasi foto-fotonya selama perjalanan ke Washington D.C. Namun, beberapa bulan kemudian, blog bbpress tempat Matt mempublikasi fotonya berhenti dalam mengembangkan software-nya. Karena kondisi seperti itu, muncullah pemikiran kreatif dari Matt. Pada Januari 2003, Matt Mullenweg mengumumkan melalui blog-nya bahwa dia akan mengembangkan blog b2 sehingga sesuai dengan standar web saat itu.

Dengan inisiatif sendiri, Matt bersama Mike Little mulai memgembangkan coding WordPress berbasis b2. Kemudian, Mike dan Matt bersama Michel Valdrighi (mantan pengembang b2), mulai aktif mengembangkan WordPress hingga lahirlah WordPress yang Anda kenal saat ini. Pada 27 Mei 2003, WordPress versi 0.70 dirilis. Versi 0.7 ini masih mengandung struktur file yang sama dengan pendahulunya, b2cafelog.

Di usia 19 tahun (Maret 2003), Matt bersama rekannya mendirikan GMPG dengan format yang lebih kompleks dari HTML. Setahun kemudian, WordPress meluncurkan fasilitas Ping-O-Matic yang berguna untuk mengirim ping notifikasi kepada search engine blog seperti Technorati. Dan saat ini, Ping-O-Matic telah melayani lebih 1 juta ping tiap harinya.

Walau Matt merupakan mahasiswa Drop Out (DO) dari kampusnya, ia berhasil menjadi pengusaha muda yang kaya dan sukses. Pada tahun 2007, Ia pun dinobatkan sebagai 16 dari “50 Orang Terpenting di Dunia Internet” oleh PC World. Dan pada pertengahan Januari 2009, Matt berkunjung ke Indonesia dalam rangka menghadiri sekaligus menjadi tamu utama dalam acara Wordcamp Indonesia 2009 - “1st Annual Conference for Indonesian WordPress Enthusiasts”.

Selengkapnya - Biografi Pendiri Wordpress Matt Mullenweg

Biografi Penemu OS Android Andy Rubin

Friday, September 27, 2013

Andy Rubin lahir pada tanggal 22 Juni 1946 di New Bedford, Amerika Serikat. Dia adalah pengembang dari Android OS. Sejak kecil, Rubin sudah terbiasa melihat banyak gadget baru. Ini karena ayahnya, seorang psikolog yang banting setir ke bisnis direct marketing, menyimpan produk elektronik yang akan dijualnya di kamar Rubin. Ia memiliki minat besar pada segala hal yang berbau robot. Di Carl Zeiss A.G., tempat pertama kali ia bekerja setelah lulus kuliah, Rubin ditempatkan di sebuah divisi robotika, tepatnya pada komunikasi digital antara jaringan dengan perangkat pengukuran dan manufaktur. Setelah dari Carl Zeiss, ia sempat bekerja di bidang robot di sebuah perusahaan di Swiss.


Dari bagian manufaktur, Rubin pindah ke bagian riset di Apple. Kemudian, pada tahun 1990, Apple melakukan spin off untuk membentuk sebuah perusahaan bernama General Magic dan Rubin ikut di dalamnya. General Magic berfokus pada pengembangan perangkat genggam dan komunikasi. Para engineer yang gila kerja, termasuk Rubin tentunya, berhasil mengembangkan sebuah peranti lunak bernama Magic Cap. Sayangnya, Magic Cap tidak mendapat sambutan dari perusahaan handset dan telekomunikasi. Beberapa yang menerapkan Magic Cap hanya melakukannya sebentar. General Magic pun akhirnya hancur.

Beberapa pengembang di General Magic, bersama beberapa veteran Apple, kemudian mendirikan Artemis Research. Perusahaan ini mengembangkan sesuatu bernama webTV, sebuah upaya awal untuk menggabungkan Internet dengan televisi. Rubin bergabung dengan Artemis untuk ikut mengembangkan webTV tersebut. Saat Microsoft membeli Artemis, di 1997, Rubin pun ikut bergabung dengan perusahaan raksasa itu. Episode gila khas Rubin kembali terjadi di Microsoft. Rubin membangun sebuah robot yang dilengkapi kamera untuk mengerjai rekan-rekannya. Gilanya, robot itu terhubung ke Internet dan pada satu insiden sempat dibobol oleh pihak di luar Microsoft. Pada tahun 1999, Rubin keluar dari webTV (dan artinya, ia tak lagi menjadi kar­yawan Microsoft). Ia kemudian me­nyewa sebuah toko di Palo Alto, California, dan menyebut toko itu sebagai laboratorium.

Karier Rubin di bidang robotika nampaknya semakin cerah, namun hidupnya berubah gara-gara liburan di Cayman Island pada tahun 1989. Saat sedang mengunjungi kepulauan tropis di Jamaika itu, Rubin tak sengaja bertemu dengan seorang bernama Bill Caswell. Pria ini sedang tidur di tepi pantai, terusir dari sebuah cottage setelah bertengkar dengan pacarnya. Andy menawarkan pria itu tempat tinggal dan sebagai balas budi, Casswell menawarkannya pekerjaan. Kebetulan yang menakjubkannya adalah pria itu bekerja di Apple. Di Apple, Rubin mengalami masa-masa yang menyenangkan. Pada saat itu, Apple masih dalam kondisi baik berkat komputer Macintosh. Budaya Apple pun menular pada diri Rubin. Di sana ia sempat melakukan kejahilan, seperti memprogram ulang sistem telepon sehingga ia bisa berpura-pura sebagai sang CEO, John Sculley. Lelucon seperti itu mungkin akan disukai Steve Jobs, pria yang gemar membuat lelucon lewat telepon, namun ketika itu adalah periode Apple tanpa Jobs.

Di tempat yang penuh dengan berbagai mainan robot koleksi Rubin, lahirlah sebuah ide untuk produk baru. Bersama beberapa rekannya, Rubin kemudian mendirikan Danger Inc. Sukses diraih Danger melalui sebuah perangkat bernama Sidekick. Aslinya, perangkat ini dinamai Danger Hiptop, namun di pasaran ia dikenal sebagai T-Mobile Sidekick.

“Kami ingin membuat sebuah perangkat, kira-kira seukuran batang cokelat, dengan harga di bawah 10 dolar dan bisa digunakan untuk men-scan sebuah benda serta mendapatkan informasi soal benda itu dari Internet. Lalu, tambahkan perangkat radio dan transmiter, jadilah Sidekick,” tutur Rubin soal Sidekick.

Saat ini, Sidekick memang sudah terlihat usang, namun pada masanya, Sidekick adalah sebuah benda yang ganjil dengan konsep teknologi yang melampaui zaman. Perangkat itu, menurut Rubin, merupakan pengakses data dengan kemampuan telepon. Ketika muncul di pasaran, Sidekick harus menghadapi kenyataan bahwa PDA sedang kehilangan pasar. Namun, Rubin menegaskan bahwa Sidekick bukanlah PDA.

“Seharusnya, orang-orang bukan bertanya apakah ini PDA atau ponsel. Mereka harusnya bertanya, apakah ini platform untuk pengembang pihak ketiga? Ini adalah hal yang baru. Ini adalah untuk pertama kalinya sebuah ponsel dijadikan platform untuk pengembang pihak ketiga,” kata Rubin.

Sekarang, apa yang dikatakan Rubin bukan hal aneh lagi. Lihat saja Apple de­ngan jutaan aplikasi pihak ketiga yang hadir di iPhone. Hal lain yang dilakukan Danger, yang pada masa itu belum terpikirkan, adalah menjembatani antara pembuat handset dengan penyedia jaringan. Danger memutuskan untuk berbagi keuntungan dengan T-Mobile dalam layanan Sidekick. Dengan demikian, Danger tak me­ngandalkan penjualan handset sebagai sumber penghasilan satu-satunya, namun juga dari layanannya. Ini membuat perusahaan pembuat perangkat (Danger) memiliki tujuan yang sama dengan penjual perangkat (operator telekomunikasi T-Mobile).

Rubin meninggalkan Danger pada tahun 2004. Pada 2008, perusahaannya itu dibeli oleh Microsoft. Sang raksasa rupanya tertarik untuk memasuki bisnis ponsel dengan lebih a­gresif lagi. Nilai yang ditawarkan pun tidak tanggung-tanggung. Menurut kabar yang beredar Microsoft membeli Danger de­ngan harga 500 juta dolar. Namun, pembelian Danger oleh Microsoft ternyata tidak membawa hasil yang berbunga-bunga. Para eksekutif yang tersisa dari Danger digabungkan oleh Microsoft ke dalam Mobile Communication Business, dari divisi Entertainment dan Devices. Kemudian, mereka diminta mengembang sebuah ponsel yang dikenal dengan sebutan Project Pink. Targetnya, ponsel ini harus bisa menjadi pesaing iPhone dan BlackBerry. Menurut ComputerWorld, Project Pink menderita penyakit klasik di sebuah per­usahaan besar. Karena proyeknya cukup bergengsi, ia diperebutkan oleh beberapa pihak. Dan lebih parahnya lagi, perkembangannya makin melenceng dari yang diinginkan. Contohnya, awalnya ponsel itu akan dikembangkan dengan basis Java namun kemudian diminta untuk menggunakan sistem operasi Microsoft.

Sayangnya, Windows Phone 7 yang seharusnya bisa digunakan untuk Project Pink, belum siap. Walhasil, saat diluncurkan, ponsel yang akhirnya bernama Microsoft Kin ini menggunakan sistem operasi Windows untuk ponsel yang “lawas”. Sambutan pasar yang dingin pun membuat Kin akhirnya harus ditutup, hanya beberapa bulan sejak diluncurkan. Nasib layanan Sidekick, yang diwarisi Microsoft dari Danger, juga tak terlalu baik. Dalam satu insiden, yang masih belum diketahui pasti apa penyebabnya, pelanggan Sidekick tiba-tiba kehilangan semua data mereka. Satu hal yang perlu diketahui, semua data pada Sidekick memang disimpan ‘di awan’ (dalam hal ini pada server yang dikelola Microsoft dan bisa diakses melalui Internet). Nah, ketika server itu mengalami gangguan, semua data pengguna Sidekick pun lenyap.

Pada awal tahun 2002, Rubin sempat memberikan sebuah kuliah di Stanford mengenai pengembangan Sidekick. Karena, meski penjualan Sidekick di pasaran tak meledak, perangkat itu dinilai cukup baik dari sisi engineering. Sebuah kebetulan bahwa Larry Page dan Sergei Brin, pendiri Google, ikut hadir dalam kuliah tersebut. Selepas kuliah, Page menemui Rubin untuk melihat Sidekick dari dekat. Rupanya, Page melihat, perangkat itu menggunakan search engine Google. “Keren,” ujar Page. Ini adalah sebuah titik tolak bagi Page untuk sebuah ide yang dalam beberapa tahun kemudian akan terwujud, sebuah ponsel Google. Kurang lebih dua tahun setelah itu, Rubin telah meninggalkan Danger dan mencoba melakukan hal-hal baru. Termasuk di antaranya mencoba memasuki bisnis kamera digital sebelum akhirnya ia mendirikan Android.

Rubin menginkubasi Android saat ia menjadi enterpreneur-in-residence bersama perusahaan modal ventura Redpoint Ventures di 2004. “Android berawal dari satu ide sederhana, sediakan platform mobile yang tangguh dan terbuka sehingga bisa mendorong inovasi lebih cepat demi keuntungan pelanggan,” ujar Rubin. Pada Juli 2005, 22 bulan setelah Android berdiri, perusahaan itu ditelan oleh raksasa Google. Rubin pun memilih untuk bergabung dengan Google. Ketika membeli Android Inc., Google tidak menyebutkan dengan rinci berapa harga yang dibayarkan dan apa yang i­ngin dilakukannya dengan perusahaan itu. Bahkan, Google menyebut pembelian itu sebagai akuisisi terhadap sumber daya manusia dan teknologinya saja. Selain Andy Rubin, Google memang meraup banyak orang-orang brilian dari Android. Ini termasuk Andy McFadden (pengembang WebTV bersama Rubin, dan juga pengembang Moxi Digital); Richard Miner (mantan Vice President di perusahaan telekomunikasi Orange); serta Chris White (pendiri Android dan perancang tampilan serta interface WebTV).

Bersama Google, Android diberi kekuatan ekstra. Perusahaan asal Mountain View, California itu kemudian membentuk Open Handset Alliance untuk mengembangkan perangkat bagi Android.

“Google tak bisa melakukan segalanya. dan kami tidak perlu itu. Itulah mengapa kami membentuk Open Handset Alliance dengan lebih dari 34 rekanan,” ujar Rubin.

Perangkat Android yang hadir pasaran memang bukan buatan Google. Petarung kelas berat Android termasuk Motorola, Samsung, dan HTC masing-masing melemparkan ponsel Android andalan mereka ke pasaran.

“Sekadar melemparkan peranti lunak tidaklah cukup,” Rubin menjelaskan, “Anda perlu handset yang dikembanglan untuk peranti lunak ini dan penyedia jaringan yang mau memasarkannya.”

Di AS, Motorola Droid jadi salah satu senjata Verizon Wireless melawan AT&T dengan iPhone-nya. Sedangkan Nexus One, ponsel Android Google buatan HTC, hadir tanpa “ikatan dinas” pada satu operator tertentu.

Kehadiran Android nampaknya beru­saha menggoyang dominasi pasar ponsel di AS. Di Indonesia, Android pun nampak siap jadi primadona setelah muncul de­ngan gegap gempita dalam Indonesia Celullar Show 2010.

“Saya tahu bakal ada FUD (fear, uncertainty, doubt). Namun, kami telah melihat beberapa kompetitor mengikuti apa yang kami lakukan. Jadi sepertinya, kami memang di jalan yang benar,” ujar Rubin. 

sumber 
Selengkapnya - Biografi Penemu OS Android Andy Rubin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...